Senin, 15 Juni 2015

Trotoar Kita

  63.
Trotoar Kita

Aku pernah lewat disini
Kepinggir, kuning
semen kering, merah
bukan ini
Aduh,
Kejeblos lubang
Aku tau kau mandornya
Benahi lagi trotoar kita

Indramayu, 8 Nofember 1990



Perdamaian

64.
Perdamaian

Duduk berhadapan dua manusia murah senyumnya
Mewakili bangsa keturunan ningrat
Yang lain berkulit hitam penuh tawa
Sebab ia berkacamata
Saat negosiasi
Perang tak menguntungkan
Boneka ndan robot tak berjiwa
Bersedia damai
Tapi apa kerja kita
Urusi prajuritmu yang terluka tapi hutangku banyak
Jangan marah, tak perang pun terlilit utang
Tak usah bayar pampas an
Tak ada yang terkalahkan
Terimakasih
Aku kagum padamu
Mari tandatangan piagam ini
Jabat tangan erat
Sedikit minum
 Bersulang
Damai
Di pintu keluar ia tersenyum
Rentetan nyalak senapan
Benar
Manusi actor sandiwara
Semu berliku.
Indramayu, 17 Oktober 1990



Belimbing

65.
Belimbing

Langka tapi dijual orang
rujak dan manisan
bila kau datang
melengkapi rujakku

Indramayu, 26 Pebruari 1991






Jeruk

66.
Jeruk

Ditiupan daun harummu
aku malu oleh gurauanmu
jangan kau mau dipersunting
jika kau masioh ingin
bermain dengan anak-anak

Indramayu, 20 Maret 1991





Tomat

67.
Tomat

Mungkin kamu tak mengenal
keluarga berencana
sebab buahmu sampai menempel pada tanah
lihat itu yang merah
aku suka
tapi jangan persunting aku
sebab kau tentu tau
keturunanku beribu-ribu banyaknya
lalu ia suka makan apa?

Indramayu, 15 Oktober 1991



Jambu

68.

Jambu

Elok engkau
kuning dan putih menjadi Satu
setangkai tiga buah
satu tertutup daunmu
aku pun suka
jambumu tentu manis semanis wajahmu.

Indramayu, 6 Desember 1990





Lombok

69.
Lombok

Lombok tentu banyak sahabat
garam
sayur
rujak
ah engkau pandai bergaul
meski dirimu kecil
baik selagi aku menghibur
dan marah jika aku sedikit mengganggu.

Indramayu, 12 Juli 1991