Kumpulan puisi ini ditulis sejak tahun 1984 dari 4 antologi kecil Buah (1990), Mata Air (1995), Menanti hari esok (1984), dan Bunyikan Aksara Hatimu (1995-2004 serta puisi-puisi yang berserakan di berbagai media cetak. Adalah sebuah perjalanan dari kecintaan penulis terhadap puisi sebagai urun memberikan sumbangsih untuk dunia sastra Indonesia. Dan Sahabat saya, Leak Sosiawan, memberikan pengantarnya untuk buku ini.
Semoga dengan Bunyikan Aksara Hatimu pembaca dapat ikut menbuka suara, tertawa, sedih, menangis, dan kritik. Salam hormat dan selamat membaca.
Penulis